KKL [Kuliah Kerja Lapangan]

KKL [Kuliah Kerja Lapangan]

  1. Latar Belakang KKL

Universitas PGRI Semarang adalah Perguruan Tinggi  yang memberikan pendidikan untuk memperdalam ilmu, baik pengetahuan alam maupun pengetahuan umum, sehingga mencetak sarjana-sarjana yang berkualitas. Daya saing Fakultas Ekonomi dan Bisnis merupakan bagian keseluruhan dari kekuatan Universitas PGRI Semarang untuk menjadikan mahasiswa yang berkualitas. Motivasi tersebut tersimpan dalam visi berupa terciptanya sarjana ekonomi yang berkualitas dan memiliki kekuatan kecerdasan, professional serta dedikasi tinggi untuk menghadapi arus globalisasi dunia pendidikan.

Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Universitas PGRI Semarang merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap tahunnya bagi para mahasiwa pada program studi yang telah ditentukan. Selama kuliah hanya dilaksanakan satu kali saja, dan tentunya setiap mahasiswa diwajibkan untuk melaksanakan serta membuat laporan Kuliah Kerja Lapangan. Selain pengalaman yang didapat sangat bermanfaat bagi para mahasiswa, Kuliah Kerja Lapangan itu sendiri mejadi tolak ukur bagi Universitas PGRI Semarang dalam melihat etos kerja yang dimiliki oleh setiap mahasiswa. Sesuai dengan tujuan Universitas PGRI Semarang, menjadi Universitas yang unggul dan berjati diri dalam mempersiapkan tenaga ahli dan terampil yang diharapkan dapat terjun langsung ke dunia indusri/kerja, maka dipadang sangat perlunya untuk melaksanakan Kuliah Kerja Lapangan.

Besar kemungkinan dengan melalui program Kuliah Kerja Lapangan ini mahasiswa dapat memahami langsung struktur organisasi dalam sebuah manajemen, profesionalitas kerja, kedisiplinan dan masih banyak hal lainnya. Dengan banyaknya hal positif yang akan didapat maka penulis berkesempatan untuk melakukan Kuliah Kerja Lapangan di Pulau  Bali pada tanggal 25 sampai 29 Januari 2019 lalu.  Alasan penulis melaksanakan program Kuliah Kerja Lapangan di Pulau Bali, tentunya penulis berharap mendapatkan ilmu secara langsung mengenai praktek kerja yang sesungguhnya khususya dalam ilmu di bidang Manajemen. Sehingga penulis mendapatkan banyak pengalaman berharga yang bisa diambil dari lingkungan tempat Kuliah Kerja Lapangan di Pulau Bali.

  • Tujuan KKL
  • Memberikan pengalaman dan wawasan kepada mahasiswa mengenai kehidupan di masyarakat maupun dunia pendidikan dan bisnis,
  • Membekali mahasiswa tentang wawasan budaya local dan atau nasional yang bernilai seni dan estetika tinggi yang berpotensi menjadi asset budaya yang dapat dikenal di dunia luas,
  • Mencetak seseorang yang berpendidikan serta memiliki kemampuan dan keterampilan professional di dunia bisnis,
  • Meningkatkan relevansi kerjasama antar perguruan tinggi dalam hal pendidikan,
  • Mahasiswa dapat mengetahui tentang obyek-obyek yang ada di Bali sebagai bahan untuk mencari teori pembelajaran,
  • Menumbuhkan solidaritas dan rasa kekeluargaan mahasiswa prodi Manajemen.
  • Memotivasi mahasiswa untuk berwirausaha,
  • Memberi bekal perencanaan usaha bagi mahasiswa.

C. Manfaat KKL

  1. Bagi Penulis

Kegiatan Kuliah Kerja Lapangan ini mejadi salah satu media pembelajaran untuk mengetahui kesesuaian antara teori yang telah didapatkan penulis di bangku kuliah dengan praktek di lapangan. Terlepas dari itu semua tentunya penulis mendapatkan pengetahuan dan pengembangan wawasan dalam melatih mental serta komunikasi untuk berinteraksi langsung di dunia kerja.

  • Bagi Mahasiswa KKL UPGRIS

Kegiatan Kuliah Kerja Lapangan ini menjadi salah satu cara bentuk pengajaran supaya meningkatkan pengalaman kerja sama, kepemimpinan, dan kedisiplinan untuk menjalani pekerjaan kelak. Selain dari itu dapat dijadikan sebagai sarana dan penelitian yang sekiranya dapat dikembangkan oleh mahasiswa.

  • Bagi Universitas PGRI Semarang

Laporan ini dapat digunakan sebagai bahan tambahan untuk informasi  atau sebagai referensi bagi pembaca, sekaligus sebagai acuan untuk bahan pembelajaran kedepan.

  • Metode Penelitian

4.1 Metode Observasi (Pengamatan)

Pengamatan adalah alat pengumpulan data yang dilakukan dengan cara mengamati dan mencatat secara sistematik.

4.2 Metode Interview

Metode ini disebut juga dengan metode wawancara, yaitu suatu metode pengumpulan data yang dilakukan melalui Tanya jawab secara langsung dengan sumber data. Interview merupakan alat pengumpulan informasi dengan cara mengajukan pertanyaan secara lisan, untuk dijawab secara lisan juga, ciri utama dari interview adalah kontak langsung dengan tatap muka antara pencari informasi dengan sumber informasi.

4.3 Metode  Dokumentasi

Dalam penelitian Kualitatif terdapat sumber data yang berasal dari bukan manusia seperti dokumen – dokumen dan foto – foto. Metode dokumentasi ini merupakan salah satu bentuk pengumpulan data yang paling mudah, karena peneliti hanya mengamati benda mati dan apabila mengalami kekeliruan mudah untuk merevisinya karena sumber datanya tetap dan tidak berubah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *